Libur Panjang, Jamaah Tangerang Antusias


Slide

TANGERANG – Suhu lembap dan hangat mulai terasa seusai Agus Mustofa dan asisten turun dari pesawat di bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu siang (7/5). Suasana bandara tampak lebih lengang. Hanya ada sejumlah orang yang berlalu-lalang. Tentu saja demikian, sebab kami datang bertepatan dengan libur panjang mulai Kamis (5/5) karena Hari Buruh Nasional dan Peringatan Isra’ Mi’raj (6/5). Sempat terbayang bila saja dua acara di mana kami diundang tidak akan terlalu ramai. Tetapi, kekhawatiran itu ternyata meleset.

Pada acara pertama di Masjid Darul Ishlah, Bumi Serpong Damai pukul 18.00 WIB, hampir seluruh shaf dipenuhi jamaah untuk melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Tua hingga muda ternyata menunggu kedatangan sang penulis buku asal Surabaya tersebut. Sembari menunggu acara yang dimulai sejam berikutnya, Agus Mustofa dan asisten diundang untuk makan malam bersama di ruangan lantai 1 bersama panitia. Sembari menikmati hidangan semangkuk lontong soto hangat, Agus Mustofa dikerubungi sejumlah panitia dan jamaah. Mereka antusias menanyakan pertanyaan yang mengganjal di hati masing-masing mengenai penulis yang dikenal kontroversial itu.

Sudah-sudah, kita simpan pertanyaan untuk pengajian setelah ini. Nanti kalau sudah terpuaskan di sini, pengajiannya jadi percuma,” ujar salah satu panitia diikuti tawa lainnya.

Seusai shalat jamaah isya, pengajian dimulai. Bertemakan ‘Kenapa Perlu Puasa’, Agus Mustofa tidak langsung masuk ke materinya. Melainkan, mengenalkan diri terlebih dahulu. Sebab, banyak di antara jamaah yang hadir baru membaca bukunya. Atau bahkan, belum baca sama sekali. “Saya ini penulis buku yang dikenal kontroversial. Judul-judul buku saya banyak yang nyeleneh. Seperti ‘TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL’, ‘TERNYATA ADAM DI LAHIRKAN’, ‘TAHAJUD SIANG HARI, DHUHUR MALAM HARI’, dan sebagainya,” ucapnya seraya tersenyum.

Lain hal dengan sang pembicara yang santai, para penonton justru terhenyak. Mimik mereka berubah serius ketika Agus Mustofa mulai menjelaskan preview dari beberapa judul kontroversial itu. Begitu dijelaskan satu per satu, ekspresi jamaah berubah cair. Tak jarang yang tertawa lepas mendengar jokes mengenai salah kaprah praktik beragama umat Islam ala Agus Mustofa. Hingga tak terasa, waktu menunjukkan pukul 21:45 WIB. Para jamaah pun antusias menanyakan kegalauan hati dan pikiran masing-masing. Praktis acara di masjid yang berkapasitas lima ratus orang itu baru selesai pukul sepuluh lewat dua puluh menit.

Esok hari (8/5) kami tiba di Masjid Al Hidayah Modernland, Tangerang pukul 08:45 WIB. Ratusan jamaah telah hadir seraya menikmati acara awal. Di Shalawatan dengan iringan musik tradisional, tilawah Al Quran, serta sambutan dari sejumlah perwakilan panitia meramaikan acara. Antusiasme forum pun meninggi begitu Agus Mustofa naik panggung.

Bertemakan ‘Ternyata Akhirat Tidak Kekal’ Agus Mustofa sudah melancarkan sejumlah argumentasi pamungkasnya dari awal. Penulis yang identik dengan peci ekor kudanya itu menjelaskan lima fase kehidupan manusia. Mulai dari fase ‘belum dapat disebutkan’, ‘hidup’, ‘mati’, ‘dibangkitkan’, dan ‘kembali kepada Allah’. Hal itu terdapat dalam QS. Al Baqarah (2): 28. Disebutkannya fase kelima membuat ekspresi jamaah tercengang.

Agus Mustofa kemudian melanjutkannya dengan teori Big Bang dan Big Crunch alam semesta. Lalu disertai dengan banyak bukti dan fakta sains. Sebelum memungkasi kembali dengan ayat Al Quran. “Tiap-tiap sesuatu pasti akan binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan,” ucap Agus Mustofa menjelaskan surat Al Qashash (28): 88.

Tak terasa waktu telah menunjuk pukul 11 lebih, sesi tanya jawab pun dibuka. Sejumlah jamaah lalu melontarkan pertanyaan masing-masing. Sebagian menanyakan hal-hal terkait fase akhirat, fase alam barzakh, hingga di luar topik kali ini. Sayangnya, antusiasme ini harus terbatasi waktu dhuhur setengah jam kemudian. Walau terlihat sedikit kecewa, jamaah tetap semangat menyalami sang pembicara dan mengajak diskusi singkat begitu Agus Mustofa turun panggung. Tidak sedikit yang mengajak foto dan meminta tanda tangan di atas buku yang baru dibelinya.

“Terima kasih banyak sudah memenuhi undangan kami, insya Allah kami ingin mengundang Pak Agus kembali untuk waktu mendatang,” syukur Bidang Usaha Masjid Al Hidayah Modernland Tangerang H. A. Sulaiman. (*)